Benarkah Ibu Paling Dekat dengan Ambang Stress?

0
132

Djatifm – Bicara mengenai perempuan tentu tidak pernah ada habisnya terkait dirinya, perubahannya bahkan kebiasaan-kebiasaannya yang terkadang membuat perempuan merasakan bahwa dirinya mampu dengan segala hal. Ketika satu status yang berubah single menjadi married bisa jadi membawa enjoy dalam kehidupannya atau malah menajdi musibah untuk diri mereka sendiri. Dan menariknya berbagai stigma yang diterima oleh perempuan membuat Sebagian perempuan untuk menuntut dirinya harus selalu sempurna, dan berawal dari sinilah beberapa masalah perempuan yang berujung pada insecure bahkan Kesehatan mental yang tidak baik.

Ada peran yang harus dibagi dalam kehidupan rumah tangga, dan kuncinya adalah komunikasi. Menurut Usfur Ridha, M.Psi., Psikolog sebagai narasumber obrolan diradio djati fm selasa kemarin, ikut menyampaikan bahwa penting sekali suami dan istri punya quality time untuk berdua saling ngobrol dan saling mengutarakan masalah bahkan apa sih yang seharusnya bisa laki-laki lakukan, dan justru tidak semua perempuan mau melakukan hal ini untuk saling terbuka, Sebagian perempuan lebih memilih diam atau ngedumel dalam hati Ketika merasakan laki-lakinya tidak peka. Dan apabila ini dilakukan terus menerus justru ini akan jadi sumber masalah.

Pada dasarnya tidak ada komunikasi yang tidak baik jika tidak dibentuk, oleh karena itu ya harus dibentuk agar sama-sama paham, karena laki-laki dan perempuan itu berbeda, laki-laki yang mendominasi hanya fokus dengan satu tujuan sementara perempuan bisa fokus dengan banyak hal, dan penting bagi perempuan ketika ingin melibatkan laki-laki dalam kehidupan rumah tangga dengan pahami pasangan, cari waktu yang pas untuk dibahas dan jangan berfikir bahwa perempuan sebagai istri harus sempurna dalam segala hal. Dalam kehidupan rumah tangga penting sekali perempuan juga harus memikirkan bahwa dirinya berhak Bahagia, berhak punya me time agar tetap mampu menjaga kewarasan berfikir dan tidak merasakan bahwa kehidupan rumah tangga itu berat.

Namun disamping itu sebagian suamipun juga punya tanggung jawab untuk punya waktu mendengarkan segala keluh kesah istri, menurut Usfur cukup 5 atau 10 detik selesai shalat atau selesai beres-beres untuk sama-sama saling peluk agar merasakan kenyamanan, perasaan yang dirasakan pasangan masing-masing. Dan sebagai ibu rumah tangga juga penting sesekali keluar rumah menikmati kehidupan sosial, tidak perlu merasakan itu hal yang salah, itu adalah hal yang wajar, dan sekali lagi jangan berekspektasi terlalu tinggi.

Kunci didalam kehidupan berumah tangga ialah bersyukur satu sama lain, penting bagi suami dan istri untuk saling sabar, menguatkan dan satu lagi support system terbaik adalah tetap pada diri sendiri, dan meyakini bahwa kehidupan rumah tangga akan indah dengan melibatkan Tuhan didalamnya. Naah gimana ni rekan djati, semoga obrolan ini bisa bermanfaat dan menjadi referensi untuk anda yaa yang saat ini mencari penguatan sebagai menjaga Kesehatan mental anda, ingat yaa ambang stress itu amat dekat loh dengan ambang pintu surga, apabila semua yang anda jalani saat ini dinikmati , diterima dan di yakini semua akan baik-baik dan akan indah pada waktunya.