Hujan hati-hati DBD

0
207

Rekan Djati, musim hujan memang selalu identik dengan beberapa serangan penyakit.  Satu diantaranya adalah Demam Berdarah Dengue atau DBD.

Kenapa musim hujan paling erat kaitannya dengan DBD apa sih hubungannya ? Kepala Bidang Pencegahan, dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Drg. Supriadi.,M.Kes, di acara ngobrol program sketsa keluarga 103,6 mengatakan bahwa nyamuk demam berdarah atau yang dikenal dengan nama latinnya, aedes aegypti, adalah jenis nyamuk yang sangat menyukai cuaca pancaroba, dimana saat itu sebagian dari kita manusia akan mengalami ketidakstabilan imun. “ Nah, jika imun sedang tidak stabil atau bahkan menurun, lalu kita terkena gigitan nyamuk Aedes Aegypti, maka dengan mudah kita akan terserang penyakit, terutama DBD,” papar dokter yang akrab disapa dengan panggilan Dokter Ucup ini.

Lalu, bagaimana proses nyamuk ini bertelur dan berkembang biak? Nyamuk Aedes Aegypti, mudah berkembang biak pada air yang menggenang atau pada tampungan air.

Kenapa? Karena nyamuk Aedes Aegypti ini menyukai tempat-tempat penampungan air yang bersih, bukan yang kotor, seperti dibak mandi, ditumpukan air dispenser atau bahkan di aquarium ikan yang memungkinkan dia untuk bertelur dan berkembang biak.

Drg. Supriadi.,M.Kes

“Oleh karenanya, kita harus peduli akan ini, justru nyamuk Aedes Aegypti ini tidak akan mau bertelur di tampungan air-air yang kotor, seperti got/paret-paret dilingkungan sekitar kita, dan proses bertelurnya nyamuk ini akan bertahan diwadah air selama 3 bulan, meskipun cuaca tidak hujan. Oleh karena itu ayuk sama-sama mencegah penyebaran DBD,” Ujar Pak Ucup.

Dan uniknya lagi, nyamuk Aedes Aegypti ini berkeliaran menggigit manusia pada jam-jam tertentu, yakni pagi hari pukul  08.00 wib hingga 10.00 wib dan Sore hari pukul  16.00 wib hingga 18.00 wib, dengan ciri khas nyamuknya dengan bentuk tubuh agak lebih kecil, buntel dan berwarna belang-belang.

Saat ini, di Banda Aceh, untuk kasus DBD sendiri data yang terlapor dari bulan Januari 2023 hingga Agustus 2023 ada sebanyak 181 kasus, dibandingkan di tahun 2022 ada 366 Kasus.

Angka ini bisa saja turun atau naik, tapi melihat dari kasus sebelumnya sampai ada yang meninggal, maka ini harus kita waspadai tidak hanya anak-anak tapi juga orang dewasa, ditambah lagi gejala demam yang biasa saja tapi seluruh tubuh merasakan ngilu dan nyeri pada sendi, dengan masa inkubasi didalam tubuh bisa selama 7 hari.

“Ingat DBD ini tidak akan tertular dari yang sakit, tapi apabila salah satu anggota keluarga ada yang positif DBD, lalu nyamuk tersebut menggigit anggota keluarga yang lainnya, nah kemungkinan anggota keluarga lainnya akan tertular DBD dari gigitan nyamuk terlebih lagi apabila imun juga tidak stabil,” katanya.

Lalu apa solusinya? yuk berantas DBD dengan 3M Plus, yaitu Menguras bak mandi, Mengubur barang-barang bekas, dan Menutup tempat penampungan air, dan Plus hindari gigitan nyamuk.

Jika ada keluarga yang terkena DBD jangan lupa lapor ke Puskesmas sekitar, agar didata, dilakukan pemeriksaan dimana dan apa pemicu bertelurnya nyamuk hingga jentik nyamuk hingga nantinya bisa dilakukan “fogging” dilingkungan sekitar.

Dokter Ucup mengingatkan masyarakat untuk hidup sehat, jaga pola makan, jaga pola tidur dan bagi yang hobby menanam bunga, boleh menanam bunga lavender, atau bunga seuruni yang bisa menghalau nyamuk dan agar nyamuk tidak berkembang biak dilingkungan rumah kita. *****

 

Herry R
Radio DJATI FM
08126986578