Melihat Kerukunan Warga Desa Kain Golong, Kampung Moderasi di Aceh Singkil

0
261

Aceh Singkil (Kemenag) — Desa Kain Golong, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Aceh Singkil, adalah contoh nyata tentang bagaimana masyarakat yang beragam etnis dan agama hidup berdampingan dengan harmonis.

Penduduknya hidup dalam kerukunan, saling menghormati dan mendukung satu sama lain. Pengalaman ini memberikan pesan yang kuat tentang pentingnya perdamaian dan toleransi dalam membangun masyarakat yang inklusif dan harmonis.

Desa Kain Golong memiliki jumlah penduduk kurang lebih 242 KK dengan 983 jiwa. Tercatat sebanyak 172 KK beragama Islam, sementara 70 lainnya beragama selain Islam. Mereka hidup rukun meski berbeda agama.

Berdasarkan laporan pemerintah Desa Kain Tolong, kehidupan sosial agama di desa tersebut 100 persen rukun dan 0 (Zero) konflik agama. Hal ini tak terlepas dari visi desa tersebut, yaitu “Mewujudkan Kampung Kain Golong yang Bertoleransi Sejahtera, Aman, Nyaman, Tertib dan Inovatif”.

Praktik baik ini mendorong Kementerian Agama (Kemenag) Aceh Singkil menetapkan desa Kain Tolong sebagai Kampung Moderasi Beragama di negeri Syekh Abdurrauf As Singkily itu.

Tentu penetapan desa ini karena memiliki alasan yang kuat, yaitu telah memenuhi tiga indikator utama sebagaimana syarat yang ditentukan untuk menjadi kampung moderasi, yakni indeks toleransi yang tinggi, tingkat kesetaraan, dan indeks kerjasama.

Hari ini, Rabu, 26 Juli 2023, Kepala Kemenag Aceh Singkil, Saifuddin, Pj Bupati beserta Forkopimda setempat merilis dan meresmikan Desa Kain Kolong sebagai Kampung Moderasi Beragama. Peluncuran dilakukan di salah satu pesantren di desa itu.

Kakankemenag Singkil, Saifuddin mengatakan, penetapan Desa Kain Kosong sebagai Kampung Moderasi sesuai dengan Keputusan Menteri Agama Nomor 93 Tahun 2022 tentang Pedoman Penyelenggaraan Penguatan Program Moderasi Beragama pada Kementerian Agama.

Menurutnya, program Kampung Moderasi Beragama merupakan terobosan dalam mewujudkan kerukunan di tengah masyarakat, membentuk sebuah kampung, desa atau lingkungan dengan sifat toleransi umat beragama yang tinggi dan menciptakan kerukunan antar umat beragama di tengah masyarakat, memperkuat kehidupan masyarakat yang harmonis dalam keragaman, toleran, memperkokoh sikap beragama yang moderat berbasis desa atau kampung.

Ia mengatakan, desa Kain Kolong ini dinilai telah mampu menerapkan nilai-nilai moderasi beragama di tengah keberagaman masyarakat. Di desa ini banyak suku dan agama yg berbeda, tapi mampu hidup dengan rukun dan toleran.

Dia juga menegaskan, moderasi beragama berarti mengambil jalan tengah atau dalam Islam dikenal dengan wasathiyah. Cara pandang dalam beragama yang moderat, saling menghargai perbedaan.

Saifuddin berharap, model kampung moderasi beragama ini dapat memperkuat kehidupan masyarakat yang harmonis dalam keragaman, toleran, memperkokoh sikap beragama yang moderat berbasis desa atau kampung.

“Mari bersama sama berkolaborasi untuk mewujudkan kerukunan, ketentraman dan keharmonisan dalam hidup bermasyarakat di tanoh betuah ini,” ajak Saifuddin.

Rukun dan Unik

Selain beragam agama, masyarakat Desa Kain Golong berasal dari berbagai suku, di antaranya Pak-pak, Pak-pak Boang, Batak, Jawa. Meski beragam suku dan agama, kerukunan dan toleransi antar mereka tak perlu diragukan lagi.

Hal tersebut terlihat dari hubungan yang harmonis antara pemeluk agama Kristen dan Islam yang hidup rukun berdampingan.

Selain rukun dan toleransi, Desa Kain Golong juga memiliki paguyuban Pemuda Batak Bersatu (PBB) yang anggotanya dari lintas agama dan lintas suku. Meskipun Namanya Pemuda Batak Bersatu tetapi suku dan semua agama bisa menjadi anggota.

Kepala Desa Kain Kosong, Sahrunsyah menuturkan bahwa warga di sini selalu hidup berdampingan secara damai dan saling bantu-membantu dalam kehidupan sehari-hari meskipun berbeda agama.

“Meskipun warga Desa Kain Golong mayoritas Muslim dan sebagian lainnya non Muslim, tetapi perbedaan agama tersebut tidak menjadi penghalang warga untuk hidup bersama,” ujar Sahrunsyah.

Dengan ditetapkan Kain Golong sebagai Kampung Moderasi Beragama di Aceh Singkil, Sharunsyah berharap ke depan kampung ini bisa menjadi contoh sebagai kampung yang zero konflik.

“Sehingga kejadian konflik beragama yang pernah ada di Aceh Singkil tidak terulang lagi,” kata Sahrunsyah mewakili masyarakat.

Launching Kampung Moderasi beragama tersebut dimeriahkan dengan penampilan tarian dari berbagai suku diantaranya tari ranup lampuan, tarian pakpak njuah juah, pertujukan beladiri kungfu, tari saman dan lainnya. Hadir pada kegiatan tersebut PJ bupati, Kapolres, Lajari, Dandim, Ketua Mahkamah Syariyyah, seluruh pejabat kemenag aceh singkil dan masyarakat setempat. [Humas Kemenag Singkil].

Sumber:

https://www.kemenag.go.id/feature/melihat-kerukunan-warga-desa-kain-golong-kampung-moderasi-di-aceh-singkil-yfyAu