Fatherless Vs Latte Dad

0
275

Banda Aceh — Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN melalui Perwakilan BKKBN Provinsi Aceh menggelar diskusi bertajuk “Fenomena Fatherless vs Latte Dad: Mempersiapkan Peran Ayah dalam Membangun Keluarga Berkualitas” di Hoco Coffee Lambuk, Sabtu 20/12/25, Banda Aceh. Kegiatan ini dihadiri oleh 61 peserta dari berbagai latar belakang komunitas dan mitra kerja, dengan tujuan memperkuat pemahaman tentang peran ayah dalam pengasuhan anak dan ketahanan keluarga.

Ust. Dr. rer. nat. Ilham Maulana, S.Si mengingatkan bahwa peran ayah tidak hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pembimbing spiritual dan moral bagi anak. “Ayah seharusnya memberi teladan dan mengarahkan anak-anak untuk hidup bijak dan penuh nilai-nilai agama,” ungkapnya.

Reza Saputra, praktisi sosial, menyoroti pentingnya keterlibatan emosional ayah dalam pengasuhan. “Anak membutuhkan ayah yang hadir secara emosional, bukan hanya fisik, agar merasa aman dan berkembang dengan baik,” ujarnya.

Qurratu Falmuriat, aktivis sosial, berbicara tentang peran positif ayah masa kini dalam fenomena Latte Dad. “Ayah dari generasi milenial dan Gen Z lebih komunikatif dan terlibat langsung dalam pengasuhan. Mereka sadar betul akan tanggung jawab membentuk karakter anak,” jelasnya.

Diskusi ini menegaskan bahwa ayah ideal bukanlah sosok yang sempurna, melainkan yang terus belajar, beradaptasi, dan hadir untuk keluarga. Kehadiran ayah yang penuh kasih sayang dan bertanggung jawab diharapkan dapat memperkuat fondasi keluarga yang berkualitas dan berdaya saing. (Ikhsan)